Ketika Ritual Upacara Bendera Sudah Tidak Perlu Lagi - Upacara Bendera,salah satu ritual yang tak pernah hilang dalam sistem pendidikan di Indonesia di beberapa jenjang sekolah mulai dari SD sampai dengan SMU,dan upacara bendera juga menjadi ritual tahunan secara nasional yang di adakan setiap tanggal 17 Agustus untuk memperingati Hari Proklamasi atau hari kemerdekaan bangsa ini.
Tulisan ini berawal dari apa yang di alami anak saya yang pertama yang saat ini masih duduk di bangku kelas 2 sekolah dasar, untuk pertama kalinya anak saya tersebut terlambat mengikuti upacara bendera karena motor Abinya yang biasa di pakai untuk mengantar anak saya sekolah rusak di tengah jalan,sampai memakan waktu hampir satu setengah jam untuk bisa kembali memperbaiki motor tersebut dan hari itu pas di hari senin dimana di setiap hari senin upacara bendera selalu di selenggarakan di semua sekolah di indonesia,dan sudah tentu dengan kerusakan motor di tengah jalan membuat anak saya terlambat untuk mengikuti upacara bendera.
Abinya mengantar sampai pintu gerbang sekolah setelah itu langsung balik pulang,saya baru mengetahui kalau ternyata dia di hukum karena terlambat ikut upacara saat pulang dari sekolah,dia di hukum dengan cara berdiri menghadap tiang bendera selama 15 menit dan menghormat menghadap keatas (hormat pada bendera) mendengar penurutan polos dari putraku sontak emosi dan naluri ibu untuk melindungi anak naik secara tiba-tiba,dan dengan rasa yang sangat kesal saat itu juga ku ambil Hp Abinya yang kebetulan saat itu ada juga di samping ku,dan ku telpon ibu gurunya untuk mempertanyakan langsung kenapa sampai anak saya di hukum dengan cara berdiri di depan tiang bendera selama 15 menit untuk hormat pada benda mati yang berbentuk benderatersebut ,dengan sedikit tenang sang guru tersebut menjelaskan kalau cara itu adalah sebagai bentuk dasar dari mendidik anak agar cinta pada negeri dan merasa hormat pada jasa-jasa para pahlawan yang telah berkorban nyawa hanya untuk mengibarkan bendera merah putih,saat itu terjadi sedikit perdebatan via hp,saya membalas penjelasan ibu guru tersebut,dengan mengatakan apakah para pejabat negara yang sekarang ini mengkorupsi negara selama mereka menjadi siswa dulu tak pernah ikut upacara,apakah mereka tak pernah belajar bagaimana menghormati jasa2 para pahlawan dan sebagainya,sejenak dan saya mendengar sedikit sang guru tersebut menarik nafas panjang yang seakan secara tidak langsung ingin membenarkan apa yang barusan saya katakan padanya,kalau memang sejatinya benar kalau para pejabat negara yang sekarang ini korupsi pernah belajar bagaimana itu menghormati jasa para pahlawan dan sebagainya,dan ternyata setelah apa yang mereka pelajari toh tak menjadikan mereka sebagai sosok yang berguna untuk negara,seperti dia tau kalau secara tidak langsung pula saya secara pribadi ingin mempertanyakan apakah Ritual Upacara Bendera Itu Masih Diperlukan,tak ada penjelasan yang lebih lanjut dari ibu guru tersebut selain saya yang meminta maaf padanya yang telah memberikan rasa tidak tenang padanya yang barangkali lagi capek setelah seharian mengajar,ibu guru tersebut tidak marah, malah mengatakan senang jika ada orang tua siswa yang berkomonikasi dengan guru agar bisa menciptakan proses pembelajaran yang baik.
Pendapat saya pribadi dan ini adalah sebuah pertanyakan apakah ritual upacara bendera tersebut masih efektif untuk mendidik siswa agar cinta pada negeri ini agar bisa menjadi warga yang baik dengan memberikan daya upaya mereka agar negeri menjadi negeri yang baik,menjadi negeri yang maju,entahlah,... kita serahkan pada zaman yang sudah pasti akan terus berganti,dan di saat itu jika memang Allah memberikan umur yang panjang saya akan lihat akan jadi apa anak saya nanti,dan saya terus berdoa dan berusaha agar anak saya menjadi sosok yang berguna untuk agama dan masyarakat.
Saat itu kemarahan saya masih belum reda,dan yang menjadi sasarannya adalah Abinya yang akhirnya kena semprot juga dari saya dan beliau ngacir keluar rumah karena tidak tahan ku marahi,..hehehehe lantaran tidak melihat dengan jelas Fakih (putraku) di hukum atau tidak hari itu.
Bagaimana menurut sahabat,kutunggu pendapat dan opininya !
Salam Dari Bunda

Menurut saya upacara bendera itu tetap perlu, mbak.
ReplyDeleteItu adalah salah satu cara mengenalkan dan menanamkan rasa cinta pada Tanah Air, dengan melihat Sang Merah Putih yang berkibar di angkasa, ditambah dengan nyanyian indonesia Raya, rasa kebanggaan kita sebagai bangsa pasti tergugah.
Lain halnya kalau disuruh menghormat bendera selama 15 menit karena hukuman, nah kalau yang ini saya tidak setuju...lebih baik anak-anak yang terlambat itu diminta memungut sampah di halaman sekolah, sehingga anak juga belajar buat mencintai lingkungan sekolahnya sendiri...
Aduh, komen saya kepanjangan kayaknya, maafkanlaaaahhh :D
tidak apa2 komennya kepanjangan,.. cuma kesal saja mas hehehe makasih ya sudah mampir
Deletetetep perlu di laksanakan sepertinya mbak...
ReplyDeletemeskipun kenyataanya upacara di adakan sebatas formalitas dan rutinitas aja... :)
saya sependapat mas,.. makasih sudah mau berkunjugn hehe
DeleteSaya juga berpendapat bahwa upacara bendera masih tetap perlu bunda, terutama untuk siswa di sekolah SD, SMP, SMA. Karena ada nilai-nilai kebangsaan dan bisa melatih kedisiplinan siswa dari upacara tersebut. Saya juga pernah menemukan sebuah sekolah dasar yang tidak ada upacara hari senin :)
ReplyDeleteSetuju ama mbak ririn nih :)
Deleteheheh jadi intinya apa pun itu,upacara bendera memang masih di perlukan,sebenarnya saya sependapat juga cuman ya kalau kita pikir2 sebenarnya tidak memberikan efek apa2 pada anak didik bahwa apakah mereka bisa mendapatkan nilai2 kebangsaan,.. makasih sudah mampir mbak dam mas hehehe
Deletekayanya susah ya klo mo menghapus upacara bendera di sekolah, meskipun aku termasuk yg sangat setuju klo tidak usah ada upacara.... soale dulu waktu sekolah hobi pingsan klo upacara hehehe... salam kenal
ReplyDeletewah ada yang trauma nih,..heheh saya juga berpikir seperti itu,kalau upacara bendera tidak akan bisa di hapus,ya ikutin saja deh apa yang terjadi hehehehe,..salam kenal juga mbak
Deleteyah mari kita lihat dampak di lapangan bu...
ReplyDeletebanyak pemuda yang kehilangan nasionalismenya...
banyak pemuda yang hanya ikut ikutan trend budaya asing...
banyak pemuda yang tidak bertoleransi dan menjunjung tinggi negaranya sendiri...
banyak yang malu untuk bilang aku anak Indonesia...
apakah ini yang kita harapkan?
apakah ini do'a kita saat anak kita lahir dahulu?
bukankah do'a kita agar menjadi anak yang berguna bagi nusa dan bangsa?
bangsa mana?
bangsa asing?
kalau mudanya saja seperti itu bagaimana tuanya kelak?
akan menjadi penjajah yang menjajah bangsa sendiri?
akan jadi koruptor juga?
mari kita renungkan...
ya seperti itu yang terjadi di lapangan, sistem dan kebiasaan pendidikan yang ada tidak menjadikan anak tersebut menjadi baik, seperti upacara bendera, di katakan sebagai bagian dari menghargai jasa para pahlawan, sekerang liat para pejabat2 kita, apakah mereka dulu tidak pernah ikut upacara bendera,..?, pendidikan yang baik akan menghasilkan anak yang baik, saya percaya itu, banyak kisah anak2 yang hebat karena mendapatkan pendidikan yang baik, dan tepat sasaran, lihatlah kisah2 sahabat nabi yang masih berumur muda akan tetapi menjadi pembela panji islam, dan bedakan dengan anak2 muda sekarang.... yang harus di koreksi adalah sistem pendidikan yang ada di rumah dan di luar rumah.
ReplyDeleteterimakasih sudah berkunjung,... salam dariku
Sekolah adalah penjara, sistem pendidikan kedisiplinan yg berpola sistem dan tata aturan menjadikan anak2 tidak tertransformasi dengan baik namun hanya menjadi robot2
ReplyDeleteada benarnya juga untuk itu perlu sistem yang lebih baik, terimakasih mbak sudah mampir di blog saya yang sederhana ini
Delete